Karya Sastra Melayu Klasik yaitu cerita kuno / cerita lama dalam prosa atau riwayat (sejarah). Merupakan karya sastra dalam bentuk prosa lama yang masih menggunakan bahasa Melayu yang berkembang hingga abad 19.
Ciri - ciri Karya Sastra Melayu Klasik yaitu :
- Bersifat instana sentris
- Anonim (nama pengarang tidak dicantumkan)
- Berkembang secara statis
- Bersifat imajinatif, hanya bersifat khayal
- Lisan, karena disebarkan lewat mulut ke mulut
- Berbahasa klise, meniru bahasa penutur sebelumnya
- Bersifat logis, menggunakan logika sendiri
- Ada yang terkesan unsur dongeng sehingga terkesan rekaan atau fiksional
- Tema
- Penokohan
- Alur
- Latar
- Gaya bahasa
- Sudut pandang
- Amanat
- Tema : berkisah kehidupan kerajaan, dewa-dewa, kepahlawanan
- Penokohan : tokoh utama baik dicirikan mempunyai kesaktian mandraguna dan kelebihan lainnya
- Alur : pada akhir cerita, tokoh utama baiklah yang selalu menang, dan tokoh utama jahat mengalami kekalahan
- Latar : latar sosial budaya masih erat kaitannya dengan tradisi
- Gaya bahasa : menggunakan bahasa melayu
- Sudut pandang : lebih banyak menggunakan sudut pandang orang ketiga
- Amanat : memiliki pesan yang ingin disampaikan
- Nilai ketuhanan : berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan Tuhan sebagai Sang Pencipta
- Nilai agama : menyangkut aturan - aturan yang terkait dengan hubungan antara manusia dengan Tuhan
- Nilai moral : hubungan yang menyangkut masalah baik buruk, sopan santun, dan etika antar manusia
- Nilai budaya : merupakan masalah adat - istiadat, bahasa, dan kepercayaan
- Nilai sosial : menyangkut hubungan antara manusia dengan manusia lain dalam kehidupan sosialnya
- Nilai pendidikan : berhubungan dengan ajaran yang dapat diambil dari sebuah cerita
- Nilai psikologis : menyangkut eksistensi diri manusia, kebimbangan, ketakutan, dendam, dan hal lain yang dialami oleh manusia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar